Sayangi Ibumu, Seperti Ia Menyayangimu Diwaktu Kecil

Ibu Bintang Kupu Kupu Gloherbal

Ibu, adalah sosok wanita yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi pelindung, pengasih, penyayang, pengasuh, dan pendidik bagi anak-anaknya. Ibu adalah sosok yang tidak mengenal lelah, sosok yang selalu siap sedia membantu dan mendampingi anak-anaknya diwaktu sang anak membutuhkan kehadirannya.

Selama 9 bulan Ibu mengandung buah hatinya, susah payah dijalaninya. Setiap hembusan nafas, setiap keringat yang keluar, dan setiap tetes darah yang tercurah ketika melahirkan sang buah hati tidak akan pernah bisa tergantikan oleh kita semua.

Ketika kita masih bayi, kita selalu dimanja olehnya. Kita selalu ditimang olehnya, dinyanyikan dan dipanggil dengan panggilan sayang. Saat kita menangis dimalam hari, saat popok kita harus diganti, saat kita sedang demam dimalam hari, ibu selalu terjaga. Ia menahan kantuknya sendiri, ia menahan keinginan untuk memejamkan mata walau hanya sesaat. Rasa cemasnya lebih besar, rasa khawatirnya lebih tinggi dibandingkan dengan rasa kantuknya.

Saat kita balita, Ibu memberikan perlindungannya. Menjauhi segala benda yang berbahaya, mengusir binatang-binatang yang akan mengganggu walaupun itu hanya sekedar serangga. Ibu mengajari kita kata demi kata, langkah demi langkah, nyanyian bait demi bait. Dengan harapan kita dapat bergembira disaat usia balita.

Ibu mengantarkan kita dihari pertama masuk sekolah taman kanak-kanak. Menghibur kita yang takut dengan suasana baru disekolah. Menengok kita dari luar jendela kelas, sesekali memberikan senyuman semangat. Jauh sebelum berangkat ke sekolah, Ibu sudah menyiapkan bekal makan kita. Dipilihnya makanan yang sehat dan tidak lupa susu agar memberikan banyak tenaga.

Masa ketika remaja, Ibu menanamkan prinsip-prinsip hidup. Mengajarkan agama, mengajarkan budi pekerti, dan memberikan banyak nasehat yang berharga. Ibu berharap, ketika kita sedang berada di lingkungan masyarakat nantinya dapat diterima dan dihormati oleh orang lain. Ibu terkadang marah kepada kita, disaat remaja yang sudah mulai sering berbuat kesalahan. Namun dihati kecil Ibu, tidak ada sedikitpun keinginan untuk memarahi anak-anaknya. Ia terpaksa melakukannya agar sang anak tidak mengulangi perbuatan dan terjerumus kepada kesalahan yang lebih dalam lagi.

Kuliah pun tiba, Ibu lebih banyak lagi memberikan nasehat-nasehatnya mengenai hidup. Diberikannya kita bekal menjadi manusia dewasa. Diajarkannya kita masalah-masalah seputar dunia dewasa. Namun Ibu yang saat ini sudah mulai menua, usianya sudah tidak semuda ketika kita masih dibangku sekolah.

Akhirnya hari yang dicemaskan oleh Ibu pun tiba, hari pernikahan kita. Hari dimana Ibu harus rela melepaskan anaknya untuk menjalin hubungan keluarga dengan pilihan hatinya. Hari ini Ibu menangis, hari disaat pernikahan. Terbesit di alam pikirannya perjalanan waktu sang anak, ketika masih didalam kandungan, bersekolah, hingga akhirnya menikah pada hari ini juga. Ibu pun berpesan, jagalah keluarga kecilmu, turunkanlah apa yang baik dari kami sebagai orangtua kepada anakmu kelak. Dan akhirnya sang Ibu berpisah dengan anaknya.

Hingga suatu ketika dan kesendirian malam sang anak memanjatkan doa untuk Ibu dan juga Ayahnya. Doapun terucap:
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”

“Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

Aamiin…

Total Page Visits: 526 - Today Page Visits: 1
Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *